PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP

12 06 2009

Tujuan:
1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran
2. Meningkatkan minat dan motivasi
3. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus

Bidang Kajian IPA SMP
1. Struktur Keilmuan IPA
2. Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan (Biologi)
3. Materi dan Sifatnya (Kimia)
4. Energi dan Perubahannya (Fisika)
5. Bumi dan Alam Semesta (Geologi, Meteorologi, dan Astronomi)

Kekuatan/manfaat
Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu, karena ketiga disiplin ilmu (Fisika, Kimia, dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika, Kimia, dan Biologi.

Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik, karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran.

Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA.

Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan.
Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait, sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam, sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya.

Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, peserta didik/guru dengan nara sumber; sehingga belajar lebih menyenangkan, belajar dalam situasi nyata, dan dalam konteks yang lebih bermakna.

Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu

a. Perencanaan pembelajaran

b. Pelaksanaan Pembelajaran

1. Kegiatan pendahuluan (awal)

2. Kegiatan inti pembelajaran

3. Kegiatan akhir (penutup) dan tindak lanjut

c. Penilain Gambar Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Mem buat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu Merumuskan indikator pembelajaran terpadu

Pengembangan Silabus IPA

Berorientasi pada pembelajaran IPA secara terpadu
Pengembangan peta konsep menjadi suatu tema
Perencanaan tahap-tahap pengembangan pembelajaran menjadi suatu silabus
Pengembangan model-model pembelajaran atau RPP (rancangan pelaksanaan pembelajaran)

IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU
a. Guru

  • 1. Team teaching
  • 2. Guru tunggal

b. Siswa

  • Mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan, karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep.

c. Bahan Ajar

  • Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku bidang kajian saja, tetapi dapat dari berbagai bidang kajian yang direkatkan oleh tema. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Bahkan bila memungkin-kan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada .

d. Sarana dan Prasarana

  • Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran




IPA TERPADU

1 06 2009

Dalam pembelajaran IPA dewasa ini banyak timbul permasalahan dalam aplikasi pembelajaran di kelas. Salah satu masalah yang cukup mendesak untuk dicari solusinya terutama dengan menggunakan inovasi pendekatan sistem adalah pembelajaran Sains secara terpadu (pendidikan Sains). Aplikasi dari pembelajaran ini biasanya dalam pembelajaran berbasis lingkungan dan lain sebagainya. Pendidikan Sains terpadu (Science for All) lahir karena adanya ketimpangan skema berpikir holistik terintegrasi (menyeluruh dan terpadu) mengenai Sains. Dulu Sains dipelajari secara terpisah sesuai bidang kajian Sainsnya, seperti bidang kajian fisika, kimia, dan biologi. Kemunculan pendidikan Sains juga menimbulkan masalah baru, dulu kita dapat memandang suatu kajian konsep secara mendalam baik secara bidang kajian fisika, kimia, maupun biologi. Tetapi sekarang dengan adanya pendidikan Sains terpadu ini, pembelajaran dalam penerapan konsep yang ditinjau dari ketiga aspek kajian cenderung dangkal. Sehingga, pembelajaran terkesan setengah-setengah dalam penerapan konsep-konsepnya di lapangan. Siswa juga mendapatkan pembelajaran Sains yang tidak maksimal dan kurang mengenai sasaran dalam pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotor.





Hello world!

25 05 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!